Batik Indonesia Akan Dibawa Kemana?

KOMPAS, 9 Oktober 2009

Batik Indonesia Akan Dibawa Kemana?

Oleh Sayfa Auliya Achidsti

Berbeda dengan budaya pewayangan yang mempunyai sisi sejarah India, batik menurut Dennis Lombard dalam bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya, dikatakan mempunyai sisi keunikan tersendiri. Lombard “menyayangkan” teknik canting dan penggunaan “malam” dalam proses pembuatan kain batik itu diakui tidak ditemukan dalam budaya bangsa lain. Secara eksplisit dinyatakan teknik dan produk batik adalah perkembangan budaya Nusantara sendiri.

Hal tersebut jugalah yang mungkin menjadi salah satu aspek pertimbangan dari UNESCO dalam menilai dan menetapkan secara resmi bahwa batik merupakan warisan budaya tak benda dari Indonesia.

Bagaimanapun, faktanya sekarang adalah budaya dan teknik batik telah diakui resmi oleh dunia, bahwa Indonesia adalah “pemiliknya”. Setelah itu, apa yang harus kita lakukan dengan harta berharga yang ibaratnya sudah ada di tangan ini? Yang pertama, jelas upaya untuk terus mempertahankan, tidak hanya sekarang atau saat ada konflik saja, tetapi untuk seterusnya. Tentu yang dimaksud dengan mempertahankan bukan berarti hanya sekadar membiarkan seperti sediakala apa adanya. Jika hanya itu yang dilakukan, akan menjadi sangat sia-sia adanya peresmian budaya batik dari pihak internasional yang telah dilakukan itu.

Upaya mempertahankan yang dilakukan seharusnya juga mencakup penumbuhan pola pikir bahwa warisan budaya bukan hanya sebuah peninggalan relic (benda purbakala) yang akan diletakkan di museum semata. Budaya warisan nenek moyang tersebut adalah teknik dan produk yang bernilai dan masih amat relevan dengan kehidupan sehari-hari kita sekarang. Maka, yang harus secepatnya dilakukan adalah upaya revitalisasi dalam rangka, salah satunya pemanfaatan budaya untuk masyarakat.

Batik dalam segi teknik adalah hal unik yang tidak akan bisa dilihat dengan leluasa selain di Indonesia. Maka, bidang pariwisatalah sektor yang erat kaitannya dengan ini. Nilai jual tersendiri bagi kepariwisataan Indonesia jika sanggup memaksimalkannya, terlebih sekarang, yang merupakan era globalisasi. Selain teknik, produk batik yang berupa kain tidak ketinggalan dalam hal keunikan. Batik tulis menjadi salah satu suvenir yang dicari oleh wisatawan mancanegara jika berkunjung ke Indonesia.

Selain kebijakan dalam tingkatan nasional tersebut, batik sebagai produk budaya rakyat juga harus disosialisasikan kembali ke dalam kehidupan masyarakat. Batik selama ini masih dipandang sebelah mata jika disandingkan dengan modernitas. Padahal, batik jelas-jelas tidak kalah dari segi keindahannya, bahkan mempunyai nilai estetik tersendiri. Sosialisasi batik sebagai bahan pakaian sehari-hari adalah salah satu upaya menyatukan batik untuk kembali ke masyarakat sekaligus meningkatkan prestise batik sebagai pakaian sehari-hari, di samping tentunya sebagai pakaian formal. Pengembangan mode batik bisa menjadi bagian dari usaha memperkenalkan batik kepada dunia modern dan juga promosi budaya bangsa.

Dengan adanya pemaksimalan warisan budaya yang holistik seperti itu, budaya dan produknya tidak hanya seperti benda kuno yang selalu butuh perawatan saja, tetapi bermanfaat bagi semua orang. Itulah sebenarnya maksud dari sebuah budaya yang dibentuk oleh para leluhur kita, budaya sebagai bagian keseharian masyarakat, dan pada perkembangannya, mempunyai manfaat bagi semua.

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/09/16104962/akan.dibawa.ke.mana

About pikiranpemuda
Sayfa Auliya Achidsti. Lahir di Purbalingga, 11 Agustus 1989. Bersekolah dan tinggal di Yogyakarta. Mengambil pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol). Masa mahasiswanya berkegiatan di organisasi kampus dan pers mahasiswa (Bulaksumur Pos dan LPM Sintesa). Hingga saat ini sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

3 Responses to Batik Indonesia Akan Dibawa Kemana?

  1. Njety says:

    emm, lagi cari bahan tulisan eh, malah nyasar, dapat artikel poenyae temen sendiri,, whakakak,,,

    komen yah,, panjang gpp to? mumpung mampir…..^^

    jk ada yang bilang “bangsa indonesia kaya akan warisan budaya ” .. setuju banget ,,, banyak “PR” yang mesti kita kerjakan selaku pemuda untuk terus mengembangkan dan melestarikan warisan budaya indonesia agar dapat ikut serta mengangkat pamor bangsa di kancah dunia,,, jepang bangga akan kimono mereka ,, india bangga dengan sari mereka,, begitu juga dengan kita, kita juga harus bangga dengan batik sebagai warisan budaya indonesia,,,,
    dan tak cuma batik, masih banyak kbudayaan kita yang musti kita junjung agar tidak dicuri oleh negara lain..info ter akhir tadi malm di acr stasiun tv swasta bahwa negara tetangga kita, mau menetapkannya bahasa indonesia sabagai bahasa nenek moyang mereka,, hanya saja namanya diganti “bahasa melayu” ,,,,

    jika hal itu sampai terjadi sama aj dengan,,kita sbg bangsa hanya dipandang sebelah mata oleh negara tetangga sendiri……

    SELAMATKAN INDONESIA..!!!

  2. pikiranpemuda says:

    Budaya ternyata belum membudaya dalam kehidupan sehari-hari kita. Buktinya, banyak produk budaya hanya diposisikan sebagai relic yang hanya “dielu2kan” dan dipamer2kan tanpa adanya kontekstualisasi. Sudah bukan jamannya lagi batik hanya dideklarasikan kepada dunia internasional namun setelah itu digeletakkan… ^_^

  3. njety cuantiek says:

    emm, banyak orang berfikir mengembangka dan melestarikna kbudayaan bukanlah suatu kwajiban, bukanlah sebuah kebutuhan,itu bukanlah tugas yang wajib tuk dilaksanakn sebagai wujud dari cinta akan indonesia, mungkin aku sendiri juga begitu,,,,yah gmn lagi, pemerintah juga begitu,coba lihat saat ada prtemuan resmi kbayakan mereka lebih memilih memakai jas dengan embel2 lainya,masih adakah yang mempertahankan memakai baju daerah masing-masing???
    adakah yang masih mengunakan bahasa jawa dalam kseharian???? atau malah kita sudh lupa, bahwa kita masih punya bahasa jawa bahs daerah???,, sehingga kta lebih bangga jika bisa lancar berbicara dengan bahasa negara lain (ingris,bhs jepang,dll),,,
    memang kita tdk hanya skdr menyalahkan satu dengan yang laen, tapi alangkah lebih baiknya jk kita mencoba tuk mentradisikan bersama-sama,,,,,. hem, mungkin sudh saatnya kita menengok kbelakang kepada pendiripendiri bangsa ini bahwa mereka lebih bangga memunculkan JATI DIRI BANGSA KITA SENDIRI,,,, Salam Indonesia ,,,,

    hemm,,,mas sayfa yang ganteng ,,, tolong yah,ya,,ya,,, q dikasih ide masukan ato ap aj,,, q mau buat karya tulis tentang “peran perpustakaan dalam masa depan bangsa ” …mumet ki,,,, kejar deadline,,, >_<
    email or smz oxe… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: